• MANUSIA LUMPUR oi mata lamur, tubuhku berlumur lumpur oi mata lamur, ini bukan lulur manjur oi mata lamur, ini nasibku semakin ancur semprur!(eh, semprul) 17 Oktober 2006 EDDY DAN RENDRA HARUS PINDAH RUMAH eddy temanku. hari ini dia tidak ngajar. rendra mahasiswaku. hari ini dia tidak kuliah. cari kontrakan 2,5 juta rupiah. bayangkan amat susah.…[Read more]

  • Segala Akan Kembali Pada Mula:inongharis.comkembalilah puisi,pada awal mula cintakembalilah cinta,pada awal mula katakembalilah kata,pada awal segala mulakembalilah,dengan segenap doamenghantar engkauke hariba-NyaMalang, 1 September 2006in memorium Anna Siti Herdiyanti (Inongharis)

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 1314juli 12 years ago

    KAWI siapakah yang kau cari di situ, pada putih kabut mendung langit dingin udara rinai gerimis melayarkan ingatan pada wajah leluhur tak kau kenal, hanya nama yang ditoreh pada batu dan buku putih kabut mendung langit dingin udara rinai gerimis menyapa sepanjang jalan pendakian antara wajah lelah penziarah, lengang masjid, torehan prasati, harum…[Read more]

  • ADA YANG MENGERJAP DI LANGIT SUBUH Ada yang mengerjap di langit subuh, mungkin puisi, yang tak memejamkan mata walau sekejap menggoda dengan sihir kata, hingga malam membuka rahasianya hingga sunyi mengembun di pelupuk matanya DONGENG PEMULUNG WAKTU : hasan aspahani aku teringat dongengmu itu: pemulung waktu, sepertinya aku sering bertemu…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 12 years ago

    ZIKIR :dato kemala 1.sebagai gema menyelinapdi sunyi getirku sebagai bisik rindu melintaspintu pintu langit ingin menemu awal akhir segala sesuatu 2. sebagai gema didawam-dawam nama dicinta cinta di dalam dada ia bertahta ##### SAPA SIAPA kata siapa punya siapa sapa siapa pada siapa ####### AKU MEMAMAH aku memamah kata kukira akan jadi makna aku…[Read more]

  • Aku Ingin Menciummuaku ingin menciummulangit yang memarbumi yang gemetarkarenalinu ngilulindugemeretakdi sekujur tubuhmuaku ingin menciummudengan senyumandengan doa ketulusankarena kesedihankusimpandiamdiamdalamrongga kesunyianaku ingin menciummudengan katadengan cintakarena inginkau terimasegaladengan bahagiamalang, 1 juni 2006

  • ThumbnailCahaya Namamu Cahaya : Cahaya Hastasurya cahaya namamu cahaya secerlang mata bunda secerlang 8 surya di dalam dada ayah lihatlah burung bermandi cahaya lihatlah air memantul cahaya lihatlah rindu ayah memburu cahaya cahaya namamu cahaya dalam doa malam subuh siang senja cahaya menerang terang dunia cahaya namamu cahaya dalam isak dan tawa ayah…[Read more]

  • Dan Rindu Menggeletardan rindu menggeletar, kata-kata menyesat di dalam sel otakku,seperti burung-burung yang menjerit mencari sarangnyadan rindu mengada di jejemari puisi, membadai di ruang dada sunyiku,sebagai luka, sebagai nganga, sebagai sunyi, sebagai pinurbo merabadarah lambung kirikubiarkan aku menjerat kalang kabut sliweran kata, hingga….

  • Sesayap Terbang Sesayap Merapuhsesayap terbang sesayap terbangmenuju tujusesayap terbang sesayap terbangmerapuh rapuhsimorgh! teriakmuini nyeri tak letih merinduhuwa humma hum hiya humnahu! hu! hu! hu! hu!

  • Sebiru Ingatandemikian biru ingatan menjejak silam menapak kata demi katake puncak tiada ke puncak tak segala tiadademikian biru ingatan menelusup ke dalam nganga sunyi lukademikian biru ingatan hingga mimpi mimpi menjelma dalam puisi takberhinggahingga tiada hingga semua tiada hingga Engkau adanya

  • Ada Siapa Ada ada siapa menyapa di sebalik tirai kabut menyeringai mungkin detak waktu menyeru nyeru di dada sendiri di jantung sendiri hingga hilang denyutnya hingga ada siapa di balik tirai hingga merindu hamzah merindu fansuri merindu attar merindu rumi merindu tardji merindu engkau menemukan siapa tapi manusia tetap serupa musa terjerembab di…[Read more]

  • Di Depan Televisi:freeportdi depan televisi, mulutku ngangaada batu menimpa kepala siapatak kutahu nama juga pangkatnyadi depan televisi, mulutku ngangaada batu menimpa kepala dilempar siapaingin teriakkan aduh, entah pada apadi depan televisi, mulutku ngangatak mengerti mengapaada yang tega aniayamalang, 17 maret 2006

  • Tunggulah Akutunggulah aku, dengan segenap rindu dan tulus cintamu. di kesenyapan dan gigil udara, mengembang rinduku, menyapamu. cintakusarangan, 17 Februari 2006

  • Di Tepi Telaga Sarangansarang kabut. putih menyapa pinus cemara. keheningan telaga. aku merindukanmu. andai engkau di sini. berdekap selalu, aku dalam hangat cintamu. cintaku

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 12 years, 5 months ago

    SENJA MURAM LANGIT HITAMsenja muram langit hitamlembah kelam puisi silammelayanglah kenangmelayang layangmemburu rindu menemu debumenyeru deru menemu jemuahoi, mabuk aku di sunyi sendirimenari-nari di puncak sepimenoreh puisiberdarah deras sekali

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 12 years, 5 months ago

    MENGINGAT SEBUAH JAWABANdari langitserupa kenang benderangmenerang terangsebuah jawablewat tatapmungkin tangispertamadan terakhirdi duniademikian fana

  • MALAM MELARUT HUJAN MELAUTmalam melarut ke kelam-hitamnyahujan melaut ke muara-sepinyasepi dan gigil mencari-cariberdesing angin berdesing-desingmerapalkan mantera rahasiasebagai bisik o merintih rintihini langkah sampaikah pada tepimenjejak tapak pudar memuaiseperti hujan seperti malammelarut ke kelam hitamnyamelaut ke muara sepinyamengekal di ketiadaan

  • Puisi itu, Asan:hahaku melirik puisi, dia sedang terduduk bersandar di sofa, mukanyasedikit tertekuk, aku tersenyum sendiri di dalam hati, karena kutahudia sedang menanti, menanti dan menanti. sebentar lagi kataku,meremangkan bisik rahasia, hingga engkau menjadi…

  • KESUNYIAN ITU:nzibskesunyian itu kabut mengambangdi pelupuk mautengkau menari dari kalut ke kalutlarut pada kenang segala rautambang rembang petang menjelangmelayang kenang disayang-sayangahoi, ribuan jarak menemu mimpitak terperi tak terberi

  • ODE BAGI DAUN KATAode bergaung sampaike penghujunghidup menari-naridi relung renungberkelebat daun katasepi menari-nariah, para perinduberarak ke segala mimpimenyanyi menaridi peluk sepi berulangkaliterlahir mati tak pernah hentimalang, 28 Januari 2005

  • Load More